Gaming Forum_William Hill App_Baccarat Banker_U.S. online casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform

InfSports bettingluencer Sports bettingSekSports bettingaligus selebgram Gita Savitri baru saja ‘cekcok’ dengan warganet di kolom komentar. Foto berdua yang dia unggah dengan suaminya, Paul Partohap justru dapat komentar negatif yang cenderung menyakitkan dan nggak sopan banget.

Sekilas nggak ada yang salah dengan foto Gita dan suaminya, Paul. Mereka berfoto layaknya banyak pasangan suami istri lain dengan latar belakang pemandangan kota Vienna, Austria. Sayangnya, masih ada jempol jahat warganet yang justru ngatain kalau suaminya ‘lembek’. Hmm, padahal bukan keju mozzarella lo! Masa dibilang lembek sih?!

Layaknya menyiram api dengan bensin, Gita akhirnya meradang juga karena jawaban warganet nyasar yang makin seenaknya. Bahkan, Gita sempat menyebut kata-kata kasar dan menyinggung isu maskulinitas yang jadi bahan ejekan. Sebenarnya kejantanan cowok itu nggak cukup dinilai dari fotonya aja. Apalagi kalau penilaiannya subjektif banget kayak ‘lembek’. Kalau lembek sama aja nggak jantan, nggak mungkin banget Paul berani menikahi Gita dan membuktikan dia cowok yang pantas.

Jempol kita kadang terlalu enteng buat asal ketik di kolom komentar. Tanpa kita sadari, meski hanya beberapa kata saja yang terlontar, ternyata bisa begitu tajam dan menyakitkan bagi orang lain. Padahal nggak ada untungnya juga, kan, ngata-ngatain orang di kolom komentar. Baik itu ke selebgram, influencer, artis, bahkan ke orang biasa, nggak ada salahnya kita pakai etika dan logika sebelum komentar. Tobatlat, warganet~

Merasa nggak terima, Gita pun siap pasang badan buat membela suaminya. Namanya juga dikatain nggak sopan, jelas bikin jengkel dong! Selengkapnya di Hipwee Showbiz!

Sebenarnya warganet ‘nyasar’ ini hanya berkomentar dengan tiga kata saja sih. Tapi entah kenapa super ngeselin dan nggak pantas. Dengan berkomentar seperti ini sebenarnya si warganet seolah sama seperti ngata-ngatain di depan orangnya langsung.

Gita pun sempat membalas komentar ini, tujuannya biar si warganet nggak ceplas-ceplos dan asal ngatain. Tapi warganet nyasar ini justru membela diri dan mengatakan kalau dikomentarin adalah sebuah keniscayaan bagi orang yang unggah foto di medsos. Haduh, tapi kalau ngata-ngatain orang apakah sebuah keniscayaan?