Musim Hujan 2「Texas Hold'em」020

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform

"Gangguan apa yang disebut dengan La Nina ini sudah kita rilis awal Oktober (2020) lalu, ya, itu memengaruhi tingkat keparahan atmosfer meningkatkan curah hujan," kata dia.

Disampaikan oleh Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Supari PhD bahwa perhitungan lima besar tahun terbasah ini dihitung sejak tahun 1981.

Supari menjelaskan, sebenarnya kondisi musim hujan yang lebih basah ini juga telah disampaikan sejak prediksi awal musim hujan bulan Oktober 2020 dikarenakan beberapa faktor sebagai berikut.

Seperti diketahui, perhitungan musim hujan tidak hanya dihitung sejak awal setiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Musim hujan periode 2020-2021 di Indonesia disebutkan masuk dalam lima tahun terbasah sepanjang 40 tahun ke belakang.

Meskipun selama periode musim hujan 2020 ini, ia menambahkan, tingkat keparahan dan meningkatnya curah hujan ini tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: BMKG Sebut Musim Hujan Akan Lebih Basah di 2021, Apa Penyebabnya?

Periode musim hujan tersebut telah dinyatakan dan diprediksikan akan berlangsung hingga Maret-April 2021.

Baca juga: Banjir di Mana-mana, Benarkah Musim Hujan Tahun Ini Lebih Basah?

BMKG sendiri pada tahun 2020 telah mengeluarkan keterangan resminya bahwa musim hujan di Indonesia periode 2020-2021 di sebagian wilayahnya sudah terjadi sejak akhir Oktober, dan sebagian lagi baru memasuki musim hujan pada November.

Baca juga: Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

"Dari analisis umumnya memang tahun 2020 (periode musim hujan 2020-2021) itu kecenderungannya (musim hujan) basah," kata Supari kepada Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

Sebab, umumnya wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan sejak bulan Oktober akhir hingga awal November.